Membuat Keputusan : Antara Berani atau Bodoh

Keputusan. Pasti semua orang pernah membuat keputusan. Sebelum ada keputusan, pasti ada pilihan. Misalkan kamu di warteg mau makan sama ayam atau sama ikan, mau minum air putih atau es teh. Secara tidak sadar segala hal yang kita lalui dari mulai bangun pagi sampai tidur lagi adalah keputusan yang kita buat untuk diri sendiri. 

Misal pagi hari sekitar jam 5 pagi, kita memutuskan bangun atau tidur lagi. Jam 7 pagi kita secara tidak sadar dituntut untuk memutuskan mau sarapan atau skip sarapan sampai jadwal makan siang. Jam 8 pagi kita juga dituntut untuk memutuskan mau berangkat kuliah atau tidak. Semua itu keputusan yang kita buat untuk diri sendiri. 
Ilustrasi diambil dari http://www.huffingtonpost.com

Dari keputusan ini juga muncul hal lain. Kadang puas dengan keputusan kita, kadang kecewa juga. Semua orang pasti pernah merasakannya. Baik itu skala kecil, maupun skala besar. Yang repot adalah ketika keputusanmu salah, tapi skala keputusan itu besar, ditambah keputusan itu melibatkan banyak orang. Otomatis tanggung jawab kita dituntut untuk memperbaiki kesalahan itu.

Berbagai keputusan yang kita pilih saya ringkas menjadi dua jenis keputusan yaitu :

BERANI
Kamu dapat pilihan, memutuskan pilihan mana yang kamu ambil, menjalankan keputusanmu, dan kamu menikmatinya. Hal itu baru yang dinamakan berani. Berani adalah ketika keputusan kita sudah dipertimbangkan matang-matang sehingga di akhir kita tidak menyesal. Berani adalah ketika kita menghadirkan logika dalam keputusan kita. Memangkas segala resiko yang mungkin muncul, jadi kita tidak kelabakan saat menjalani keputusan itu.

Orang-orang yang terkenal dan sukses adalah contoh orang yang saya maksud berani. Orang yang menikmati hidupnya karena keputusan yang dia buat juga saya sebut orang yang berani. Karena goal yang paling sering dikejar orang adalah kebahagiaan. Oh iya ngomong-ngomong njenengan tau kebahagiaan apa yang sejati di dunia ini?

BODOH
Kamu dapat pilihan, kamu cuma lihat kulitnya / nggak lihat keseluruhan pilihan tersebut, memutuskan, menjalani, dan belakangan kamu kewalahan. Hal itu saya namakan bodoh. Bisa jadi keputusan itu dibuat karena kita tidak menghitung dengan teliti apa akibat yang muncul kalau kita mengambil keputusan itu. Misal kamu memutuskan karena alasan pertemanan, memutuskan karena kamu tergiur sesuatu, dan sebagainya. Akhirnya kamu nggak nyaman sama keputusan yang kamu jalani. Sungguh kebodohan.

Kita semua pasti pernah bodoh. Salah mengambil keputusan adalah hal yang pernah dibuat oleh semua orang. Ada yang bodohnya cuma sekali, habis itu langsung berani. Ada juga yang bodohnya perlu berkali-kali baru sampai pada tahap berani. Nah itu saya contohnya. Hehehe

***

Ketika kita membuat keputusan, kita sesunggunya dihadapkan pada dua persepsi orang lain terhadap kita. Berani, atau Bodoh. Jadi pikirkan matang-matang sebelum kamu membuat keputusan apapun itu.

Selamat siang

Comments

Popular Posts