Kampus Teknik Sipil

Apa kabar, kawan?

Setelah satu setengah jam kursor ini berkedip di pojok kiri atas, akhirnya terpilih juga satu ide yang akal jadi post perdana di awal tahun 2015 ini. Sebenarnya saya malu karena sudah berbulan-bulan menghilang dari dunia maya. Kehidupan yang baru bikin saya sibuk kesana-kemari dan akhirnya lupa sama tujuan awal buat ngeblog, hampir lupa juga sama blog ini. Biasanya saya posting tentang informasi-informasi, sekarang saya akan bercerita tentang apa saja yang saya lakukan selam saya menghilang dari dunia maya.

Pada awalnya saya diterima jalur SNMPTN 2014 di jurusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro. Sejak awal September 2014 saya memulai kegiatan perkuliahan di kampus Teknik Sipil bersama 197 kawan baru dari pulau Sumatera sampai pulau Papua. 

Minggu pertama bulan September diisi dengan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru hari pertama tingkat Universitas, hari kedua tingkat Fakultas dan hari ketiga tingkat Jurusan. Selanjutnya yaitu pendidikan karakter selama tiga hari dan diakhiri dengan penutupan pada hari minggu. Masa PMB identik dengan pengenalan baik dengan kawan baru termasuk senior, lingkungan kampus baru, dosen dan staff kampus.

Minggu kedua kami mulai bertemu dengan Dosen. Masing-masing dosen punya karakter yang unik. Konon dengan memahami karakter masing-masing dosen, kami bisa lebih lancar mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh para dosen. Ternyata benar, memahami karakter dosen termasuk hal yang harus dilakukan oleh mahasiswa. 

Minggu ketiga, tugas-tugas mulai bermunculan. Mulai dari tugas besar sampai tugas kecil. Di semester I ada 2 tugas besar yaitu praktikum Teknologi Bahan dan Tugas Gambar Struktur Bangunan. Tugas besar itu harus diselesaikan untuk mendapatkan surat puas. Mulai minggu tersebut pola makan dan tidur saya mulai berubah. Kadang cuma bisa tidur 5 jam satu malam. Dari situ kemampuan manajemen waktu Mahasiswa Teknik mulai diuji. 

Minggu keempat, kelima, dan keenam kami memasuki masa-masa kuliah yang sibuk dengan tugas dan pratikum, hingga minggu ketujuh kami melaksanakan UTS pertama kali. Di kampus Teknik Sipil pengawasan Ujian dilaksanakan sangat tertib baik dari hal waktu, teknis dan sebagainya. Tidak ada kesempatan untuk bekerjasama antar peserta ujian, sepertinya perlakuan seperti itu dibiasakan setiap ujian demi mendapatkan karakter yang jujur dan bertanggung jawab. Bayangkan saja jika pengawasan di ujian tidak ketat, maka tanggung jawab mahasiswa dalam mempersiapkan ujian tidak terlalu tinggi. 
Minggu kedelapan sampai akhir desember hari-hari kuliah biasa. Tugas-tugas mulai menyerang setiap mahasiswa, baik tugas besar maupun kecil. Hingga akhir tahun 2014 semua tugas selesai lalu tinggal menunggu UAS yang akan dilaksanakan awal Januari 2015. UAS berlangsung selama 8 hari kerja, setelah itu tidak ada kegiatan perkuliahan bagi para mahasiswa. 

Kuliah di kampus Teknik Sipil memberikan perubahan yang begitu besar bagi para mahasiswanya termasuk saya, Disana banyak sekali hal-hal yang mengajarkan tentang pentingnya rasa kebersamaan, saling tenggang rasa dan tidak mementingkan diri sendiri. Semua tugas yang diberikan di Kampus Teknik Sipil tidak bisa dikerjakan sendiri. Hal itu sesuai dengan jati diri engineer yang tidak bisa bekerja sendirian. Butuh partner dan teamwork supaya bisa membangun konstruksi bangunan yang kokoh dan tahan lama. Jadi untuk kawan-kawan yang merasa bisa melakukan semuanya sendiri, mulai rubahlah cara berpikir anda!

Comments

  1. Lhooo cerpenmu pas pelajaran statistika mana? dipublis sekalian wae :v wkwk

    ReplyDelete
  2. Lhoo kan ada yang perlu di share, ada yang enggak :V wkwkwk

    ReplyDelete
  3. lhooo dishare wae, kuwi kan bagian dari hidupmu juga, bakal menginspirasi banyak orang XD wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. oo itu sama sekali tidak menginspirasi :D

      Delete

Post a Comment

Popular Posts