Yang Kadang Kita Lupa Saat Ditilang Polisi

Semua orang pasti pernal menggunakan jalan raya. Karena yang menggunakan jalan raya adalah orang banyak, kalau tidak ada aturan yang mengatur pasti bisa membahayakan pengguna jalan raya tersebut. Maka dari situlah terbentuk Polisi Lalu Lintas. Ya, polisi lalu lintas memang tidak jarang menjadi obrolan diantara beberapa orang. Apalagi waktu boomingnya operasi zebra, atau masa mudik lebaran. Di masa-masa itulah polisi lalu lintas biasanya beraksi untuk menertibkan jalan raya. Di masa itu juga polisi menjadi bahan obrolan sebagian besar orang.

Disamping obrolan tentang prestasi-prestasi yang dicapai oleh Kepolisian Republik Indonesia, ada juga obrolan tentang bentuk kekecewaan warga karena ada beberapa oknum polisi yang kurang bertanggung jawab. Ibarat sambil menyelam minum air, ada saja oknum Polisi yang meminta uang saat orang kena tilang. Divisi Humas Mabes Polri sudah menyatakan bahwa itu adalah salah satu bentuk korupsi dan suap, dan itu harus diberantas. Dan masyarakatlah yang harus menjadi pengawas dan pengendali supaya tidak ada Polisi-Polisi 'nakal' tersebut. 

Bicara soal Polisi, kali ini ada cerita tentang si Paijo yang baru saja kena tilang Polisi. Silahkan disimak ceritanya.

Suatu hari Paijo hendak mengunjungi rumah temannya di daerah luar kota. Karena dia bangun kesiangan Paijo terlihat terburu-buru untuk bergegas ke rumah temannya tersebut. Rencananya pagi itu dia hendak membayar hutang sekaligus berkunjung. 

Hutang yang dimiliki Paijo ke temannya adalah sebesar Rp. 400.000,- Kemarinnya Paijo mendapatkan rejeki nomplok karena menang arisan yang diadakan bersama teman-temannya. Uang arisan sebesar 500 ribu itu rencananya mau digunakan untuk bayar hutang ke temannya.

Sehabis mandi Paijo segera berpakaian rapi, membawa amplop berisi uang hasil menang arisan itu beserta kunci motor, ambil helm dan segera tancap gas menuju rumah temannya. Perjalanan membutuhkan waktu 30 menit. Hampir sampai tujuan, ternyata didepan ada tilangan Polisi Lalu Lintas. Paijo tenang-tenang saja karena dia sudah membuat SIM dan memiliki STNK.

Saat pemeriksaan, Paijo kebingungan mencari dompetnya, ternyata karena tadi pagi terburu-buru, dompetnya ketinggalan dirumah berserta SIM dan STNK didalamnya. Segera Paijo pusing bukan kepalang memikirkan nasibnya. Apesnya lagi saat itu Paijo berhadapan dengan Polisi 'nakal'. Bukannya menilang sesuai prosedur, tapi malah meminta uang kepada Paijo untuk mengganti kesalahannya. Uang yang diminta juga cukup banyak yaitu 300 ribu. Mau tidak mau karena takut dan ingin urusan cepat selesai, Paijo akhirnya merelakan uang arisannya sebesar 300 ribu untuk diberikan kepada Polisi 'nakal' tersebut.

Karena jarak dengan rumah temannya sudah dekat, maka Paijo melanjutkan perjalanan ke rumah temannya. Sesampai dirumah temannya Paijo meminta maaf kepada temannya karena uang yang tadi mau dipakai untuk bayar hutang harus pindah ke tangan Polisi nakal. Jadi kali itu dia hanya bisa membayar setengah dari hutangnya dulu. 

Bukan berhenti disitu saja, Paijo dan temannya lalu mengobrol dan membahas kelakuan Polisi nakal tersebut. Kata Paijo : "Masak cuma lupa bawa SIM sama STNK aja ditilang". 

Beberapa orang mungkin pernah mengalami hal yang sama seperti Paijo. Apakah anda juga pernah mengalami hal yang sama? hal itu pasti sangat berkesan sehingga selalu diingat.

Jadi apa yang kita lupa saat ditilang Polisi adalah sama seperti yang Paijo lupakan juga. Yaitu SIM, STNK. Kadang juga kita lupa atau sengaja tidak menggunakan helm sebagai pelindung kepala dengan alasan jarak yang dekat. Tapi kalau Polisi sudah menilang, susah juga kan ? Alasan apapun pasti gak bisa lolos dari tilangan Polisi. Tapi ada satu hal lagi yang kita lupakan saat ditlang Polisi. Di cerita diatas, Paijo juga lupa satu hal yaitu kemauan diri untuk mengakui kesalahannya.

Ketika ditilang polisi, apalagi Polisinya adalah Polisi nakal seperti yang dialami Paijo tadi, seringkali kita menyalahkan dan membahas kesalahan Polisi tersebut sampai kita lupa kesalahan kita. Meskipun kesalahan kita kecil, lupa membawa dompet misalnya. Bukankah itu tetap saja kesalahan ? 

Terkadang kita begitu mudahnya membahas sampai detail kesalahan orang lain tanpa melihat kedalam diri sendiri, apakah kita sidah benar atau belum. Memang terasa asik ketika kita membahas kesalahan orang lain, dibanding gengsi ketika harus membahas dan mencari kesalahan diri sendiri. Padahal yang mudah dan bisa kita rubah adalah kekurangan diri sendiri, bukan kekurangan orang lain. Ayo introspeksi

Comments

  1. Sip,bener banget mas. Introspeksi itu penting, tapi sering dilupain.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts