Fakta Tentang Paskibra yang Jarang Orang Tahu

Semangat kemerdekaan begitu kuat terasa pada hari ini. Ya, hari ini adalah hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69. Lomba-lomba pasti banyak diadakan di setiap desa untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari minggu ini. Peringatan HUT RI juga tidak lepas dari kegiatan Upacara Bendera, dan yang bertugas mengibarkan bendera pada hari sakral ini adalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Ternyata dibalik gagahnya para pemuda-pemudi terbaik bangsa ini terdapat fakta yang jarang anda ketahui lho, ingin tahu apa saja faktanya? Silahkan disimak artikel dibawah ini.

Lambang PASKIBRAKA
Mungkin yang paling mencolok dari penampilan anggota Paskibraka adalah pakaian berwarna putih beserta ornamen Garuda Pancasila pada topi dan lencana bendera pada pakaiannya. Tapi selain itu PASKIBRAKA juga memiliki lambang yang terletak pada bahu kanan dan kiri. Adapun arti dari lambang tersebut adalah sebagai berikut.

Lambang dari organisasi paskibraka adalah bunga teratai
tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibra harus belajar, bekerja, dan berbakti
tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya seorang pakibra harus aktif, disiplin, dan bergembira
Artinya adalah bahwa setiap anggota paskibra memiliki jiwa yang sangat mulia. 

Seleksi yang ketat
Para calon anggota Paskibraka terutama tingkat nasional sebelum menjadi anggota harus melalui berbagai macam proses seleksi yang sangat ketat. Tentu saja seleksi yang dilakukan ketat karena tugas paskibraka itu sendiri yang diharuskan memiliki fisik yang kuat dan stamina yang tinggi. Didalam keanggotaan paskibra juga terdapat berbagai macam tingkatan seperti tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Seleksi yang ketat itu diharapkan dapat memilih anggota paskibraka yang tangguh dan disiplin.

Hukuman ketika gagal melaksanakan tugas
Resiko yang dihadapi anggota paskibraka yaitu ketika mereka gagal dalam melaksanakan tugas mereka. Hukuman yang  diberikan tentu saja berbeda dalam setiap tingkatan. Biasanya di tingkatan sekolah jika salah dalam mengibarkan bendera, entah itu bendera terbalik atau berbentuk kupu-kupu maka akan ada hukuman berupa push up. Namun jika dalam upacara pengibaran bendera di istana terjadi kesalahan, maka hukumannya adalah ditembak bius saat itu juga.

Kemerdekaan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Tentu saja harus banyak karya yang diciptakan untuk mengisi kemerdekaan itu. Darah dan nyawa pejuang sudah menjadi pupuk di tanah ini, maka patutlah kita menjaga dan mengisi kemerdekaan yang sudah kita raih dengan susah payah dengan hal yang berguna. MERDEKA!! 

Comments

Popular Posts